Tampilkan postingan dengan label Trading Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trading Harian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2020

2 Strategi Trading Cepat: Intraday & Scalping Trading

Strategi trading cepat saham bisa dilakukan dengan beberapa macam strategi. Inilah yang perlu anda pahami sebagai trader saham, khususnya anda yang ingin menerapkan praktik trading cepat untuk mendapatkan profit harian. 

Trading cepat sendiri sebenarnya terdiri dari 2 strategi yaitu INTRADAY TRADING dan SCALPING TRADING. Walaupun keduanya sama-sama trading cepat, akan tetapi scalping dan intraday trading memiliki strategi yang berbeda. 

Sehingga, anda harus bisa memilih strategi trading cepat yang sesuai dengan karakter anda, dan tidak hanya asal melakukan trading cepat. Jadi, anda perlu memahami perbedaan kedua strategi trading cepat tersebut. Mari kita bahas. 

1. Scalping trading saham 

Trading cepat dengan jangka waktu (time frame) yang paling singkat adalah scalping trading. Scalping trading adalah trading dengan time frame menitan. Anda beli dan jual saham hanya dalam waktu 1 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam. Itulah yang dinamakan dengan scalping trading. 

Saham-saham apa yang bisa naik cepat dalam waktu menitan? Jawabannya adalah saham-saham gorengan (saham lapis tiga). Yup, jadi scalping trading dilakukan dengan cara mencari saham-saham gorengan yang potensial naik dalam waktu menitan. 

Namun untuk mencari saham gorengan, tentu anda harus menggunakan analisa dan momentum. Membeli saham gorengan tidak disarankan untuk dilakukan secara asal-asalan (tanpa analisa). Selain itu, anda harus lebih disiplin dalam manajemen modal dan menetapkan target.  

Cara-cara memilih saham, manejemen modal dan analisa untuk scalping trading dengan mencari saham2 lapis tiga yang potensial naik 5-10% sehari, sudah saya bahas praktik2nya disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

Karena saham gorengan memiliki risiko tinggi, dan mudah naik-turun dalam waktu cepat, maka saham gorengan adalah saham-saham yang paling cocok untuk scalping trading. 

Scalping trading, 'bahasa gaulnya' adalah strategi hit and run (pukul dan lari). Kalau anda sudah profit, langsung jual (dalam waktu menitan), karena saham2 gorengan tidak cocok untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama. 

2. Intraday trading saham 

Intraday trading adalah trading harian, di mana anda melakukan beli jual saham di hari yang sama (misalnya beli saham pagi hari jual sore hari), sampai 1-3 harian trading. 

Jadi baik scalping maupun intraday, sama-sama merupakan strategi trading cepat. Akan tetapi, intraday trading memiliki time frame trading yang lebih panjang dibandingkan scalping. Intraday trading memiliki batas waktu harian (sampai tiga hari), sedangkan scalping dilakukan dengan trading menitan. 

Analisa untuk intraday trading juga berbeda dengan scalping. Pada strategi intraday trading, anda harus memilih saham2 yang likuid, saham-saham yang memiliki fluktuatif stabil, dan mudah naik dalam jangka waktu harian. 

Artinya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham2 non-gorengan (saham blue chip ataupun saham2 second liner).

Intraday trading harus dilakukan dengan menganalisa saham dengan analisa teknikal, analisa tape reading dan kombinasi analisa momentum. Berdasarkan pengalaman saya, memilih saham untuk intraday trading cenderung lebih mudah ketimbang scalping, karena dalam intraday, anda bisa mengurangi risiko memilih saham2 yang terlalu volatil. 

Strategi2 dan praktik2 memilih saham yang bagus untuk intraday trading, sudah pernah kita bahas bersama secara lengkap, beserta saham2 yang layak trading disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Pada intraday trading, target take profit anda juga lebih rendah dibandingkan scalping trading. Idealnya, intraday trading dilakukan dengan target profit 1-4% sehari. Sedangkan scalping (memilih saham gorengan), target profit bisa dilakukan 5-10%. Tetapi, risiko intraday trading jauh lebih kecil dibandingkan scalping trading.  

Perlu anda ketahui juga, bahwa intraday trading bisa menjadi scalping trading. Hal ini karena seringkali saham2 yang bagus untuk intraday trading, bisa naik dalam waktu 30 menit sampai 1 jam, sehingga kalau target anda sudah tercapai dalam range waktu tersebut, anda bisa jual sahamnya, tidak perlu menunggu 1-3 hari. 

Jadi, melalui pos ini, anda sudah memahami strategi2 trading cepat di pasar saham. Sekarang anda hanya perlu menentukan strategi trading cepat apa yang cocok untuk anda (anda lebih ke tipikal scalper or intraday?), supaya anda bisa menghasilkan profit maksimal. 

Jumat, 20 Maret 2020

Trading Harian saat Saham Bearish

Trading harian saham bagi saya merupakan salah satu strategi trading yang cukup fleksibel untuk dilakukan. Trading harian bisa dilakukan pada banyak situasi dan kondisi market. 

Hal ini karena trading harian adalah strategi buy-sell di hari yang sama (jangka waktunya sangat singkat), sehingga trading harian dapat diterapkan dalam kondisi market yang bullish, sideways, maupun bearish. 

Dalam kondisi-kondisi tersebut, tetap saja ada saham-saham yang naik, dan berpotensi memberikan profit dalam jangka pendek. 

Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan praktik dan strategi memilih saham-saham yang layak ditradingkan harian. Anda bisa dapatkan disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). Jadi anda akan mempraktikkan secara langsung trading harian dan tidak hanya teori. Anda akan mempelajari: 

- Saham yang pergerakan lincah dan punya fluktuatif harga yang bagus
- Saham-saham yang pergerakannya mudah dianalisa untuk trading harian
- Saham-saham yang mudah naik cepat untuk jangka waktu harian
- Saham yang punya persentase kenaikan cepat dalam nol-dua hari trading 

Banyak trader saham yang bertanya: "Pak Heze, strategi trading apa yang harus kita lakukan kalau pasar saham sedang bearish?" (Mayoritas saham masih turun terus).

Yap, satu-satunya strategi trading yang efektif saat IHSG bearish adalah trading harian. Tetapi bukan berarti saat IHSG masih turun anda langsung beli saham. 

Di dalam penurunan IHSG yang tajam, pasti ada saat di mana IHSG mengalami rebound kencang selama 1-2 hari misalnya. Contohnya perhatikan chart berikut: 

IHSG turun
Saat IHSG jatuh, pasti ada 1-2 hari IHSG rebound dengan kencang. Biasanya hal ini ditandai dengan naiknya IHSG di awal sesi, atau mulai menurunnya tekanan jual setelah banyak saham turun di jam tertentu. Misalnya di sesi 1, IHSG turun 4%, lalu penurunannya mulai reda jadi 3,5% dan seterusnya. Itu adalah beberapa pertanda IHSG akan rebound. 

Pada saat IHSG rebound, disitulah anda bisa memanfaatkan untuk trading harian di saham-saham bagus yang mudah naik, atau biasa saya sebut dengan strategi 'hit and run'. 

Strategi trading harian saat IHSG bearish lebih efektif diterapkan karena saat saham-saham masih turun, rebound IHSG hanya terjadi sebentar, setelah itu saham-saham akan cenderung turun lagi, sehingga kalau anda menerapkan buy and hold, kemungkinan besar saham anda yang seharusnya sudah untung harian, jadinya malah nyangkut. 

Jadi, saat saham-saham sedang turun, gunakan strategi trading harian. Namun, analisalah momentum trading yang tepat. Tunggu saham rebound, beli dalam jumlah sedikit dan jual cepat saat profit. Jangan membeli saham saat belum ada pertanda rebound. 

IHSG yang rebound di tengah turunnya tren market ini, bisa anda manfaatkan untuk trading harian. Berikut salah satu contoh transaksi trading harian penulis saat IHSG rebound di tengah turunnya tren saham (saat wabah Corona), di mana saya membeli BBRI under 2.900: 

Trading saham BBRI
Pilihlah saham-saham yang potensial untuk menghasilkan profit jangka pendek, dan jangan lupa untuk selalu menganalisa teknikal, market serta analisa tape reading. Saat market turun, usahakan trading harian dengan jumlah lot yang sedikit, karena bagaimanapun juga, market yang turun cenderung lebih berisiko. 

CATATAN: Apa yang saya paparkan di pos ini, bukan bermaksud untuk mengharuskan anda trading harian saat IHSG / saham sedang bearish. Setiap trader pasti juga memiliki tipikal trading yang berbeda. 

Ada trader yang cocok dengan trading harian. Ada trader yang lebih cocok menyimpan saham agak lama. Ada trader yang cocok dengan swing trading. 

Kalau anda bukan tipikal trader harian, tidak perlu memaksakan untuk trading harian. Strategi ini dapat diterapkan khusus untuk anda yang terbiasa trading cepat, atau sedang belajar / menerapkan intraday trading dalam aktivitas trading anda. 

Minggu, 15 Maret 2020

Teknik Trading Harian Saham

Membeli dan menjual saham dalam jangka waktu yang singkat, yaitu beli-jual saham di hari yang sama, atau trading satu - tiga hari merupakan strategi trading harian (intraday) trading. Apakah anda adalah salah satu trader yang menerapkan strategi intraday trading? Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Cepat. 

Dalam praktiknya, cukup banyak trader yang menerapkan trading harian, karena tidak sedikit trader saham yang ingin mendapatkan profit jangka pendek dari trading tanpa harus menyimpan saham terlalu lama. 

Tidak heran jika ada banyak strategi dan cara untuk melakukan trading harian (yang mungkin juga sering anda dengar), mulai dari analisa-analisa yang simpel sampai dengan analisis yang rumit. Tidak semua analisis trading harian cocok diterapkan oleh trader dan bisa menghasilkan profit konsisten.  

Di pos ini, saya ingin memaparkan poin-poin dan strategi penting trading harian yang bisa anda terapkan secara umum, untuk semua level trader (pemula sampai expert) dan mudah diaplikasikan secara langsung dalam trading saham.  

Pelajari juga strategi2 dan praktik2 memilih saham-saham untuk trading harian, saham2 yang mudah naik dalam jangka waktu sehari-tiga hari disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman).

Ada poin-poin penting yang tidak boleh anda lewatkan ketika anda menerapkan teknik trading harian saham untuk memilih saham2 yang bagus. Berikut beberapa analisis untuk trading harian saham:

1. Analisis tape reading (bid-offer) 

Setiap kali anda memasukkan antrian harga beli dan jual, anda pasti akan mengamati bid (permintaan beli) dan offer (penawaran jual) saham tersebut. Bid offer sebenarnya memiliki banyak manfaat untuk analisa saham, khususnya untuk intraday trading, bukan hanya digunakan untuk memasang order. 

Bid dan offer menunjukkan kekuatan / minat beli dan jual yang terbentuk pada suatu saham. Dan bid offer menunjukkan minat pasar yang terjadi atau berlaku di hari / jam perdagangan saham yang sedang berlangsung. 

Oleh karena itu, bid offer bisa digunakan untuk mengambil keputusan trading cepat, untuk melihat apakah suatu saham memiliki potensi ke utara (naik) dalam jangka yang pendek, atau justru saham berpotensi turun dalam waktu cepat. 

Analisa tape reading ini juga dapat dikombinasikan dengan analisis net buy -sell, di mana analisa net buy dan net sell seringkali bisa menjadi penentu naik-turunnya saham dalam jangka waktu harian. 

Untuk trading harian, analisis bid offer biasa dikenal dengan analisis tape reading. Anda bisa baca-baca kembali tulisan saya mengenai tape reading saham disini: Bid Offer Saham (Tape Reading) untuk Trading Cepat dan Teknik dan Analisa Tape Reading Saham. 

2. Analisis teknikal (chart) 

Trading harian harus tetap dilakukan menggunakan analisis teknikal. Dalam hal ini, untuk mencari saham2 yang bagus untuk intraday, anda harus melakukan analisis teknikal di saham tersebut. 

Pola-pola teknikal yang terjadi dapat menggambarkan cerminan psikologis market, apakah saham akan cenderung naik jangka pendek, turun atau cenderung sideways. Jadi jangan beranggapan bahwa chart hanya digunakan oleh swing trader atau positioning trader. 

Namun, analisis teknikal tentu tidak bisa berdiri sendiri untuk trading harian. Analisis teknikal harus anda kombinasikan dengan tape reading (poin 1) dan analisa momentum (poin 3). 

Analisis-analisis teknikal yang perlu anda perhatikan untuk intraday trading, bisa anda pelajari disini: Analisis Teknikal untuk Trading Harian. 

3. Analisis momentum

Kunci dari trading harian adalah memahami momentum yang bagus untuk beli saham. Mengapa? Karena jangka waktu anda cukup singkat, sehingga anda harus membeli saham yang sinyalnya bagus. 

Analisis momentum adalah kombinasi dari kedua poin diatas, yaitu tape reading, analisis teknikal serta pelajari analisis market. Market yang cenderung stabil (tidak terlalu fluktuatif / bearish) tentu akan cenderung lebih mudah untuk memilih saham untuk trading harian. 

Jenis dan tipikal saham juga menentukan bagus tidaknya saham tersebut untuk trading harian. Ada saham yang bagus untuk trading harian. Ada saham yang berisiko untuk ditradingkan jangka pendek. 

Pelajari juga tulisan saya mengenai momentum intraday disini: Momentum dan Teknik Trading Harian Saham. 

Tiga hal inilah yang harus anda pahami dan praktikkan jika ingin sukses dan profit dalam trading harian. Jadi sebenarnya dalam teknik trading harian saham, anda sama sekali tidak memerlukan software-software khusus yang harganya mahal (sampai puluhan juta). 


Sayang sekali kalau uang anda habis hanya untuk membeli metode-metode trading harian yang sebenarnya metode 'sempurna' itu tidak bisa didapatkan secara instan. Karena teknik trading harian yang sesungguhnya terletak pada analisis-analisis yang benar. Hal ini sudah bisa dilakukan melalui software online trading anda sendiri. 

Selasa, 03 Maret 2020

Memaksimalkan Profit dari Trading Harian Saham

Di pos sebelumnya: Strategi Trading: Scalping Trading Saham, kita sudah membahas mengenai strategi trading menitan (scalping trading), di mana scalping trading bisa menjadi alternatif untuk anda yang ingin meraup profit jangka pendek. 

Terutama pada saat banyak saham sedang turun, scalping trading bisa menjadi strategi meraup profit, karena target utama scalping trading adalah mencari saham2 lapis tiga, di mana mayoritas saham lapis tiga pergerakannya tidak mengikuti arah pergerakan market secara umum. 

Selain scalping trading, strategi trading cepat bisa anda terapkan melalui strategi INTRADAY TRADING atau TRADING HARIAN. Trading harian dapat memberikan peluang profit dengan tingkat risiko yang lebih kecil dibandingkan scalping trading.  

Strategi mencari saham-saham yang bagus, yang mudah naik dalam jangka waktu harian (intraday), sudah kita bahas bersama praktik2nya disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman).

Intraday trading dilakukan dengan cara memilih saham-saham yang memiliki pergerakan likuid, mudah dianalisa dengan chart, dan saham2 yang mudah naik secara stabil dalam jangka waktu harian. 

Umumnya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham-saham lapis satu dan saham lapis dua. Dengan strategi intraday trading tersebut, anda bisa meraih profit dari trading cepat lebih maksimal dengan risiko yang lebih rendah.

Intraday trading juga bisa anda terapkan ketika IHSG dan mayoritas saham mengalami technical rebound setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Berikut beberapa contoh momentum (chart) yang bisa anda manfaatkan untuk intraday saat market rebound: 



Pada kedua chart diatas yaitu saham BBRI dan BBCA (yang saya beri tanda lingkaran), adalah momen di mana saham-saham mengalami rebound setelah turun tajam, dan kedua saham mengalami rebound / naik cepat dalam waktu pendek 1-2 harian. 

Sebagai seorang trader harian, anda bisa  memilih saham2 yang mudah naik dengan memanfaatkan momen technical rebound untuk meraup profit jangka pendek. Pelajari juga: Strategi Day Trading Saham. 

Namun di dalam trading harian, anda tidak boleh gegabah untuk memilih / screening saham. Seperti yang saya tuliskan di beberapa paragraf sebelumnya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham-saham yang memiliki pergerakan bagus dan mudah dianalisa dengan teknikal. 

Di satu sisi, anda harus menetapkan target profit intraday trading yang realistis. Banyak trader harian yang memasang target profit terlalu tinggi, akhirnya justru tidak tercapai. 

Dalam menetapkan trading harian saham, anda tidak perlu menetapkan target profit terlalu besar. Namun anda harus menetapkan target beberapa persen dari harga beli anda namun dengan frekuensi trading lebih sering / banyak. Baca juga: Target Profit Trading Harian Saham. 

Ini artinya, sekalipun anda melakukan trading harian, anda juga harus menganalisa dan memilih saham yang memang layak untuk dibeli dan memiliki potensi naik jangka pendek dengan target yang realistis. Dengan strategi2 trading tersebut, anda bisa memperoleh profit maksimal dari trading cepat.  

Jadi untuk rekan-rekan yang ingin memaksimalkan keuntungan dari trading cepat, dengan analisis teknikal yang lebih matang dan risiko yang kecil (trading cepat biasanya identik dengan high risk), maka INTRADAY TRADING (trading harian) bisa anda praktikkan. 

Minggu, 23 Februari 2020

Trading Harian Saham - Profit Cepat di Saham

Jika anda ingin trading dengan cara membeli dan kemudian menjual saham dalam waktu cenderung singkat, anda bisa menerapkan strategi TRADING HARIAN (intraday trading saham). 

Di dalam trading harian, anda membeli dan menjual saham di hari yang sama, atau sampai 2-3 hari trading. Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Cepat. 

Selama ini trading harian / trading cepat banyak diaplikasikan dalam trading forex, karena pergerakan naik-turunnya mata uang (forex) sangat cepat, sehingga fluktuatif tersebut bisa dimanfaatkan untuk trading dalam waktu yang singkat.  

Namun di dalam praktiknya, trading harian juga sangat efektif diterapkan untuk trading saham, karena banyak saham yang punya fluktuatif yang bagus untuk ditradingkan jangka pendek. 

Praktik-praktik memilih saham yang bagus untuk trading harian plus analisa tape reading untuk intraday saham bisa anda pelajari disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). 

Saya pribadi juga menerapkan strategi2 trading harian, dan trading harian saham cocok diterapkan untuk anda yang memiliki tujuan-tujuan trading berikut: 

1. Tidak ingin hold saham terlalu lama 

Jika anda adalah tipe trader yang suka membeli dan menjual saham dalam waktu yang cenderung singkat, anda tidak nyaman kalau menyimpan saham sampai saham anda "menginap" di portofolio, maka ada baiknya anda menerapkan strategi intraday trading, karena strategi intraday trading memang dikhususkan untuk anda yang ingin trading cepat. 

2. Mendapatkan profit jangka pendek dari trading (harian)

Anda yang ingin mendapatkan profit jangka pendek, khususnya jangka waktu harian atau beberapa hari, maka anda bisa menerapkan strategi trading harian saham.

Jadi jangan salah menggunakan strategi trading, karena banyak trader yang ingin beli jual saham dalam waktu singkat, namun trader menggunakan analisis-analisis untuk trading bulanan. Tentu saja cara ini justru tidak efektif untuk mendapatkan profit jangka pendek seperti yang anda harapkan.  

3. Intraday trading cocok diterapkan ketika kondisi pasar saham bearish 

Dalam kondisi market yang cenderung bearish, strategi trading harian lebih cocok diterapkan karena market yang bearish umumnya memiliki pola technical rebound beberapa hari sebelum turun lagi dibawah support2nya. 

Sehingga, ketika pasar saham sedang bearish anda bisa memanfaatkan momentum technical rebound di saham2 yang polanya bagus untuk ditradingkan jangka pendek. Di saat market bearish, strategi buy and hold tidak terlalu cocok karena banyak saham yang kenaikannya tidak bertahan terlalu lama. 

STRATEGI TRADING HARIAN, TARGET PROFIT & FREKUENSI TRADING 

Trading harian harus dilakukan dengan strategi dan cara memilih saham yang benar, karena anda harus bisa mencari saham2 yang punya potensi naik jangka pendek. So, anda tidak boleh gambling dalam trading harian. Anda bisa praktikkan: Cara Memilih Saham untuk Trading Harian. 

Walaupun strateginya adalah trading cepat, anda harus membeli saham berdasarkan analisis yang layak, terutama anda harus menggunakan analisis teknikal untuk seleksi saham, analisa tape reading (bid offer) untuk memahami kekuatan beli jual saham saat itu. Baca juga: Teknik dan Analisa Tape Reading Saham. 

Di satu sisi, anda juga harus perhatikan target profit dan frekuensi trading. Trading harian memang sedikit berbeda dengan strategi trading lainnya, karena trading harian memiliki frekuensi trading yang lebih banyak. 

Nah, karena frekuensi trading harian cenderung lebih banyak dan take profit dilakukan dalam jangka pendek, maka target profit untuk trading harian disarankan tidak terlalu tinggi (pasanglah target yang realistis). Saya pernah bahas juga tulisannya disini: Frekuensi Trading Saham Ideal.

Jadi untuk anda yang ingin menjalankan aktivitas trading harian, anda bisa jalankan strategi2 dan perhatikan hal2 perlu dianalisa. Pos ini sudah menjelaskan poin2 penting untuk trading cepat.